Padi Ciherang
PADI CIHERANG, PANEN LEBIH CEPAT 20 HARI HASIL MENINGKAT 20%
TESTIMONI
Menggeluti bidang pertanian, sebenarnya saya masih baru, sebelumnya saya adalah nelayan. Usia semakin senja, sehingga saya beralih ke bidang pertanian, dan saya menggarap lahan kehutanan kayu putih di Kroya.
Sebagai pendatang baru dibidang pertanian, saya ingin membuktikan bahwa saya bisa bertani dengan hasil yang luar biasa. Pada awalnya hasil panen saya biasa-biasa saja, satu Ha dapat 5 ton/Ha gabah kering panen. Ketika saudara saya pak Ahmad yang di Muara Angke mengenalkan pupuk Rite Grow 1, saya langsung mencobanya pada lahan sawah seluas 0.5 Ha tanaman padi Ciherang. Saya semprot pertama pada bulan Desember 2006 dengan Rite Grow 1 Hijau dengan dosis 50 cc/tangki 15 liter. Dan semprot kedua dan ketiga saya lakukan pada umur 45 dan 65 hari setelah tanam dengan Rite Grow 1 Merah dengan dosis 60 cc/tangki 15 liter. Pupuk NPK tetap pakai hanya dikurangi 15%.
Setelah disemprot dengan Rite Grow 1, pertumbuhannya sangat cepat, bahkan mengejar tanaman lain yang tanamnya lebih dulu. Anakannya banyak, padi yang keluar berisi dan padat. Sehingga teman-teman selalu tanya,”Ini padi bagus amat, pakai pupuk apa, dan dimana belinya??” Saya jawab, ”Pakai pupuk Rite Grow 1”, belinya ”JAUH, DI JAKARTA”. Mereka banyak yang nitip pada saya untuk dibelikan pupuk Rite Grow 1.
Memang hasilnya luar biasa, umur 85 hari padi saya sudah panen, biasanya dipanen umur 105 hari. Ciri-ciri padi yang dipanen umur 85 hari, padinya sudah kuning, tapi daunnya masih hijau, sehingga bulirnya padat-padat. Satu tangkai bisa berisi sampai 185 – 200 bulir, biasanya hanya 95-110 bulir/tangkai sebelum pakai RG. Dan hasil panen meningkat jadi 6 ton/Ha (20%).
Pupuk Rite Grow 1 pupuk yang paling canggih, hasilnya jauh dibanding pupuk daun yang lain. Saya percaya pada kualitas pupuk Rite Grow 1, karena pupuk Rite Grow 1 menyudahkan pupuk-pupuk daun lainnya.
Cantel
Ds.Kroya Kec. Kroya,
Indramayu, Jawa Barat
Benih Padi Ciherang
Menurut Aak (1990), benih padi adalah gabah yang dihasilkan dengan cara dan tujuan khusus untuk disemaikan menjadi pertanaman. Kualitas benih itu sendiri akan ditentukan dalam proses perkembangan dan kemasakan benih, panen dan perontokan, pembersihan, pengeringan, penyimpanan benih sampai fase pertumbuhan di persemaian.
Sistem perbenihan yang mendapat pemeriksaan lapangan dan pengujian laboratoris dari instansi yang berwenang memenuhi standar yang telah ditentukan, oleh karena itu sertifikasi benih sangat berarti dalam perbenihan. Benih bersertifikasi dibagi dalam empat kelas, yaitu :
- Benih Penjenis (Breeder Seed = BS = Benih teras), yakni benih yang dihasilkan oleh instansi yang telah ditentukan/ditunjuk atau di bawah pengawasan Pemulia Tanaman. Benih ini jumlahnya sedikit dan merupakan sumber perbanyakan benih dasar. Benih ini masih murni.
- Benih Dasar (Foundation Seed = FS), benih dasar merupakan perbanyakan dari benih penjenis dengan tingkat kemurnian yang tinggi, terpelihara identitas genetisnya, di bawah bimbingan dan pengawasan yang ketat. Benih ini hasil produksi Lembaga Pusat Penelitian yang disertifikasi oleh Sub Direktorat Pembinaan Mutu Benih, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan.
- Benih Pokok (Stock Seed = SS), adalah benih yang diperbanyak dari benih dasar. Perbanyakan ini dilakukan dengan memperhatikan tingkat kemurnian varietas, memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan dan disertifikasi oleh instansi yang berwenang.
- Benih Sebar (Extension Seed = ES = Certified Seed), benih sebar ini adalah hasil perbanyakan dari benih penjenis, benih dasar atau benih pokok yang akan disebarkan kepada petani dengan menjaga tingkat kemurnian varietas yang memenuhi standar mutu benih yang ditetapkan dan telah disertifikasi sebagai benih sebar.
Untuk mengetahui keadaan benih yang baik dapat dilihat :
Keadaan fisik benih meliputi :
- Kebersihan benih terhadap gabah hampa, setengah hampa, potongan jerami, kerikil dan tanah, kotoran dan benda lain serta hama gudang.
- Warna gabah hendaklah sesuai dengan aslinya, yaitu cerah dan bersih. Ada kemungkinan terdapat warna yang berbeda, misalnya hijau dan hitam. Hal ini dapat terjadi pada benih yang kemasakannya tidak seragam, gangguan lingkungan atau berbeda varietas. Terjadinya warna lain juga bisa disebabkan penanaman jatuh pada musim hujan.
Kemurnian benih
Mengenai kemurnian benih ini sebenarnya ada kaitannya dengan sifat genetis atau sifat keturunan yang ada pada benih. Namun kemurnian benih tersebut dapat dilihat dari bentuk gabahnya.
Menurut Balai Besar Penelitian Padi (2008), ciri-ciri morfologi padi Ciherang adalah sebagai berikut :
Nama Varietas : Ciherang
Kelompok : Padi sawah
Nomor Seleksi : S3383-1d-Pn-41—3-1
Asal Persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/IR19661-131-3-1//IR19661
131-3-1///IR64////IR64
Golongan : Cere
Umur Tanaman : 116-125
Bentuk Tanaman : Tegak
Tinggi Tanaman : 107-115 cm
Anakan Produktif : 14-17 batang
Warna Kaki : Hijau
Warna Batang : Hijau
Warna Daun Telinga : Putih
Warna Daun : Hijau
Muka Daun : Kasar pada sebelah bawah
Posisi Daun : Tegak
Daun Bendera : Tegak
Bentuk Gabah : Panjang ramping
Warna Gabah : Kuning bersih
Kerontokan : Sedang
Kerebahan : Sedang
Tekstur Nasi : Pulen
Kadar Amilosa : 23%
Bobot 1000 Butir : 27-28 kg
Rata-rata Produksi : 6,0 ton/Ha
Potensi Hasil : 5-8,5 ton/Ha
Ketahanan Terhadap Hama : Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3
Ketahanan Terhadap Penyakit : Tahan terhadap bakteri hawar daun (HDB) strain
III dan IV
Anjuran : Cocok ditanam pada musim hujan dan kemarau
dengan ketinggian di bawah 500 mdpl
Dilepas Tahun : 2000
Sedangkan ciri-ciri morfologi padi Pepe menurut Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (2008), adalah sebagai berikut :
Nama Varietas : Pepe
Nomor Seleksi : B8971B-15
Asal Persilangan : Simariti/4*IR64
Golongan : Cere
Umur Tanaman : 120-128
Bentuk Tanaman : Tegak
Tinggi Tanaman : 100-110 cm
Anakan Produktif : 9-16 batang
Warna Kaki : Hijau
Warna Batang : Hijau
Warna Telinga daun : Tidak berwarna
Warna Daun : Hijau
Muka Daun : Kasar
Posisi Daun : Miring
Daun Bendera : Miring
Bentuk Gabah : Ramping
Warna Gabah : Kuning
Kerontokan : Mudah rontok
Kerebahan : Tahan
Tekstur Nasi : Pulen
Kadar Amilosa : 23%
Bobot 1000 Butir : 27 g
Rata-rata Produksi : 7,0 ton/Ha
Potensi Hasil : 5-8,1 ton/Ha
Ketahanan Terhadap Hama : Tahan terhadap wereng coklat biotipe2
Ketahanan Terhadap Penyakit :Tahan terhadap hawar daun bakteri (HDB) strain
III
Anjuran Tanam : Baik untuk lahan sawah dataran rendah (< 500 m dpl) disawah tadah hujan
Dilepas Tahun : 2003
Berdasarkan deskripsi varietas di atas, maka dapat disimpulkan bahwa benih padi Ciherang mempunyai kelebihan apabila dibandingkan dengan benih padi Pepe, yaitu:
- Umur tanaman padi Ciherang lebih pendek dibandingkan dengan umur tanaman padi Pepe.
- Jumlah anakan produktif padi Ciherang lebih banyak dibandingkan dengan padi Pepe.