KOMODITAS PERTANIAN | SARANA PRODUKSI | INFO BISNIS | INFO KEGIATAN |

Tanam jagung di sawah tadah hujan, biasanya dengan menanam langsung biji dan dilakukan di akhir musim hujan. Resiko yang umum dialami adalah saat tanam kelebihan air dan saat tanaman mulai berbunga kekurangan air. Kelebihan air saat tanam dapat menyebabkan biji mati, sedangkan kekurangan air saat berbunga dapat mengakibatkan gagal panen. Resiko tersebut dapat ditekan dengan menyemaikan benih lalu menanamnya (Tapin: tanam pindah). Dengan demikian, benih terhindari dari kelebihan air dan umur panen lebih cepat 14-22 hari sehingga diharapkan masih ada cukup air untuk pengisian buah.
Langkah penyiapan bibitnya sebagai berikut:
Untuk “mengejar” ketersediaan sisa air di sawah tadah hujan, cara tersebut dianjurkan untuk diterapkan pada musim tanam jagung berikutnya.
Selain mengurangi resiko gagal tanam dan panen, cara tersebut ternyata mampu meningkatkan produksi 300-1.400 kg/ha daripada cara tanam langsung dengan biji.